A Pilgrim's Progress
Posted by ver0n1c4 at 10:22 AM on November 1, 2006.
Setelah menyadari identitas dan jati diri kita, lalu bagaimana kita harus melihat kehidupan kita? Apa yang sebenarnya paling berarti dalam hidup kita? Manusia punya kebutuhan dasar untuk diterima, diakui, dan dikasihi. Berangkat dari kenyataan ini, kita menyaksikan banyak orang yang mengejar kekayaan, kekuatan, dan kebijaksanaan. Karena nyatanya dengan ketiga hal inilah, manusia jaman sekarang mendapat pengakuan dan penerimaan.
Mari kita lihat sejenak apa yang tertulis dalam Alkitab.
“Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. Jangan mencerca seorang hamba pada tuannya, supaya jangan ia mengutuki engkau dan engkau harus menanggung kesalahan itu.”
1Tes 2:19-20
“Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.”
Yer 9:23-24
“Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Refleksi: Di dunia kerja, sangat mudah untuk terjebak dalam hal yang namanya target. Dan target kita pasti bukanlah sesuatu yang bernilai kekekalan. Gue bener2 tersentuh pas narasumber meng-interpretasi-kan 1Tes2:19-20. Dia menantang kita semua, “Siapa di antara kalian semua yang di sini berani berkata demikian kepada adik2 KTB nya?” Bahwa kebanggaanku tidak lain dan tidak bukan adalah kamu sekalian. Bukan jumlah kekayaan atau penampilan atau kekuatan ataupun kepintaran. Tapi seberapa jauh kita mengejar pengenalan akan Tuhan.
Add a Comment