Entries for March, 2008
March 5th, 2008
Just the Beginning
Posted by ver0n1c4 at 09:41 AM on March 5, 2008.
Akhir2 ini gue gampang teriritasi (bener kan ya bahasa Indonya irritated =P) terutama saat di kantor... disuruh bantuin sana sini... bukannya ga mau bantuin tapi ada yang dengan seenaknya connect laptop yg ga ada anti virusnya ke internet. Hasilnya gue ikutan kena worm tolol gara2 ada virus menyebar lewat thumb drive. Atau kalo ga ada jg yg udah dikasi tau berulang2 masi jg nanya mulu. Atau ada yang sengaja cari2 cara ga wajar buat bikin test case fail (yang ini emank harus dilakuin sih tp gue jd sebel aja... tambah2in kerjaan)
Anyway renungan pagi ini bagus jg... ada baiknya gue share di sini:
=================================================
1 Thessalonians 4:1-7
Do u remember when u came to jesus Christ for salvation? That was the time when it all began for u. When God forgives us and wipes the slate clear at our conversion, He begins a process called sanctification. This is the real work that He wants to do in us. This is why He forgave us.
The apostle Paul described the beginning of the process in 2 Corinthians 5:17 "Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation. The old has passed away, behols, the new has come."
God wants to change us to the point where we see Christ when we look at our lives - the same way we see our physical selves by looking in a mirror. He is transforming us one step at a time. Every little opportunity to display His glory, every little bump in the road of life, equals an opportunity to change.
What does that look like? Here's a plcae to start: Is the fruit of His Spirit becoming more obvious in your attitude? Are you more long, more patient, more self-controlled? Is prayer a more natural conversation between you and The Lord? Do you die more quickly to yourself? Do you obey His Word unconditionally? In small and large ways, is your life being replaced by the life and character of jesus? If this is not happening, you've got to ask yourself, "Have I really asked God to be my Lord?" He might be your Saviour, but not your master yet.
God didn't drop down into your life, forgive you, save you, and move on to someone else. He came to stay. He started something, and He's not stopping it until the very last day that you're on this earth. "He who began a good work in you will bring it to completion at the day of Jesus Christ." (Philippians 1:6)
-from Our Journey 5 March 2008
The Call
Posted by ver0n1c4 at 10:31 AM on March 5, 2008.
Ayat pengantar diambil dari Lukas 14:25-35. Saat kita berbicara tentang panggilan, hal yang terpenting adalah memikul Salib. Ada beberapa bahaya yang bisa disebutkan dalam perikop ini, di antaranya adalah
Mengejar panggilan dan bukan Yang Memanggil
Pelayanan tanpa tahu harga yang harus dibayar
Melakukan pelayanan tanpa komitmen untuk menyelesaikannya
Mengejar pelayanan demi kepentingan pribadi
Pelayanan tanpa menuhankan Kristus
Mengejar cara hidup atau moral Kristiani tanpa memiliki iman Kristen
Apakah panggilan itu? Dalan Perjanjian Lama, panggilan ditujukan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain (contohnya seperti Allah memanggil Adam dan Hawa). Dapat juga diartikan menamakan atau menciptakan atau menjadikan. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, kata panggilan sering ditemukan dalam konteks gereja (komunitas orang percaya), yaitu ekklesia, dipanggil dari tengah2 dunia kepada keselamatan. Kita dipilih, dibenarkan, dan disempurnakan untuk menjadi pengikut Kristus. Jadi bila di dalam Perjanjian Lama, panggilan diasosiasikan dengan penciptaan, dalam Perjanjian Baru panggilan mengandung arti keselamatan. Kita dipanggil kepada keselamatan untuk seterusnya memanggil orang2 di sekitar kita kepada keselamatan juga.
Dalam buku The Call, Os Guiness menulis ada 2 macam panggilan. Yang pertama mengacu kepada hubungan dengan orang tersebut. Saat Tuhan memanggil kita, artinya Tuhan sedang mengadakan perjanjian dengan kita, di mana Ia memberi kita rahmat dan anugerahNya. Walaupun kita sering gagal, dan memang kita pasti akan pernah gagal, Dia tetap akan memanggil kita kembali karena kasihNya kepada kita. Yang kedua lebih mengarah kepada tanggung jawab khusus setiap orang. Kita dipanggil untuk bertindak dan hidup bagi Tuhan. Hal ini berarti kita harus bertanggung jawab dalam menjalani panggilan kita. Banyak orang Kristen yang pergi bekerja tetapi tidak menjalankan dan bertindak sesuai dengan iman keKristenan.
Berikutnya, mengapa kita perlu panggilan? Apakah tidak cukup kalau kita hanya menjalani hidup kita sehari2 secara normal? Manusia sering berpikir kalau kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar dirinya. Dia selalu mencari sesuatu yang bisa memuaskannya. Pada saat seseorang mulai melihat ke dalam dirinya sendiri, barulah dia mulai menemukan apa yang menjadi panggilannya. It is only when you journey inward; you will begin to realize what your purpose is. Jadi panggilan memberikan kepastian, iman, dan harapan di tengah kehidupan seseorang.
Bagaimanakah kita meresponi panggilan kita? Untuk panggilan kita yang pertama (general call), tidak ada cara lain selain dating kepada Kristus dan menyembah Dia. Tuhan yang memanggil kita. Suatu hal yang mengherankan di mana Tuhan yang begitu besar tertarik kepada manusia yang kecil dan hina. Panggilan bukanlah tentang apakah pekerjaan yang cocok untuk kita, dengan siapa kita harus menikah, atau apakah yang harus kita beli, makan, dan sebagainya. Panggilan seharusnya adalah tentang Tuhan dan bukan tentang kita, manusia.
Untuk panggilan khusus, kita harus meresponinya dengan kepatuhan layaknya seorang murid. Kita diubah, di-transform, diperbaharui sehingga semakin serupa Kristus. Bukan untuk kita sendiri tetapi Untuk Tuhan, Oleh Tuhan, dan Bagi Tuhan. Banyak orang selalu mencari apa yang menjadi jalan hidupnya, atau lebih seringnya disebut takdir. Sebagai orang Kristen, panggilan kita adalah tanggung jawab kita sebagai hamba Kristus. Kita hidup untuk mempengaruhi dan memperbaharui kehidupan, kebudayaan, dan lingkungan di sekitar kita.
Dalam kesempatan ini Pak Hartanto Tjandra juga membagikan tentang bagaimana ia menemukan panggilan hidupnya. Beliau tidak berasal dari keluarga Kristen. Tetapi pada saat menuntut ilmu di Jerman, berkat anugerah Tuhan, dia dibawa ke gereja oleh temannya dan sejak itu dia mulai dengan sungguh menggumulkan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Sekarang ini dia terjun dalam bidang engineering dan menyadari dengan sungguh-sungguh panggilan Tuhan untuk selalu menjadi saluran berkat bagi orang2 sekitarnya.
Setelah sesi sharing selesai, kami berkesempatan mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah kita perlu specific call (panggilan khusus)? Panggilan kedua lebih mengarah kepada task/assignment. Ini bisa berbeda2 untuk setiap orang. Ada orang-orang seperti Samuel dan Musa yang dipanggil secara khusus untuk tujuan yang khusus pula. Saat Tuhan ingin memakai kita untuk tujuan yang khusus, Dia akan memanggil kita dengan cara yang khusus pula.
Apakah panggilan berkaitan dengan interest/hobby/spiritual gift kita? Kita mungkin menemukan kalau kita berbakat dalam melakukan sesuatu dan secara natural kita akan menikmati dalam melakukannya. Tetapi apakah dengan demikian kita bisa yakin kalau ini adalah panggilan Tuhan dalam hidup kita? Bagaimana untuk bisa membedakan antara kesenangan sendiri atau benar2 panggilan dari Tuhan? Memang hobby/interest bisa menjadi indicator dalam menemukan panggilan kita. Mengenai attitude yang benar, kita bisa belajar dari seorang gitaris Kristen, Keith Green. Banyak orang mengajaknya untuk bersama2 membentuk grup musik Kristen dan memainkan lagu-lagu rohani. Tetapi pertanyaan pertama yang dia tanyakan adalah, “Apakah ada dalam hatimu untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan?” Bermain musik baginya bukan hanya sekedar kesenangan pribadi tetapi yang terutama adalah untuk melayani Tuhan dan sesama.
Berapa lamakah biasanya seseorang baru menemukan panggilan hidupnya? Sayangnya tak ada formula yang pasti dalam menemukan panggilan. Tetapi Tuhan berkata bahwa barangsiapa yang setia dalam perkara-perkara kecil akan setia juga dalam perkara-perkara yang lebih besar. Apapun yang kita lakukan, lakukan dengan setia, Pada saatnya Tuhan akan menunjukkannya kepada kita.
Currently feeling: bersih2 file2 lama
Where is God on Monday
Posted by ver0n1c4 at 10:33 AM on March 5, 2008.
Pernahkah kita merasa Tuhan benar2 berbicara kepada kita melalui pemberitaan Firman di hari Minggu atau dalam acara2 retreat? Kita begitu bersemangat untuk mengaplikasikan apa yang sudah kita dengar, sampai saat kita kembali ke dunia “nyata” yaitu hari Senin jam 9 pagi. Kita kembali dperhadapkan dengan realita pekerjaan seperti pekerjaan yang menumpuk dari atasan, complain dari customer, dan due date yang hampir tiba. Saat itu kita mungkin merasa frustasi hingga bisa melakukan hal2 yang mengkompromikan integritas kita. Semua gambaran ideal dan semangat yang sudah kita miliki tiba2 runtuh begitu saja. Sampai kadang2 kita bingung apakah di balik senyum2 yang menghiasi wajah saudara seiman kita di Minggu pagi juga tersimpan perasaan yang sama seperti yang kita hadapi.
Pertanyaan “Where is God on Monday?” bukanlah pertanyaan yang mengada2. Pertanyaan ini telah menjadi pergumulan dari banyak anak2 Tuhan. Hal yang perlu kita tinjau kembali adalah mengapa sampai kita tidak merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam pekerjaan kita.
Pertama2 kita perlu mengerti beberapa dasar dari “Business as Ministry/Missions”. Allah kita adalah Allah yang bekerja (Kej1), manusia diciptakan sebagai gambar dari Allah yang bekerja (Kej1:24) untuk menikmati pekerjaan dan menemukan kesenangan dari pekerjaan kita. Manusia juga dipanggil untuk bekerja (Kej2:15). Dalam bahasa aslinya, “mengusahakan dan memelihara” memakai kata yang sama dengan “Worship God and keep His commandment”. Mari kita lihat contoh hidup Yesus. Sebelum memulai pelayananNya, diperkirakan Yesus bekerja sebaga tukang kayu. Kita bisa yakin kalau dalam pekerjaanNya Dia pasti memberikan kualitas yang terbaik. Sebagai wakil2Nya di tengah dunia, dengan kualitas apa seharusnya kita bekerja?
Tujuan manusia bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Selain itu juga untuk menjadi berkat bagi orang lain baik secara financial, sosial, dan spiritual. Secara financial kita bisa melayani orang dan memenuhi kebutuhan keluarga kita. Secara sosial kita bisa menjadi berkat lewat berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang diadakan di tempat kerja, bersosialisasi dengan rekan kerja dan menunjukkan kualitas dan standard pekerjaan kita sebagai saksi Tuhan. Dalam hal spiritual, kita bisa menjadi berkat untuk saudara seiman yang kita temui di kantor. Bersama2 kita bisa bersekutu bersama dan saling menguatkan dalam menjadi saksi di tempat kerja. Mempunya support group di kantor adalah salah satu contoh yang baik. Tapi hendaknya support group ini tidak hanya dipakai untuk tempat complain tentang pekerjaan tapi juga saling membangun untuk terus menjadi terang dan garam dunia.
Akan tetapi, kita seringkali menemui spiritualitas dan integritas yang terkotak2. Tanpa sadar kita mungkin memisahkan dunia kerja/sekuler kita di luar hal2 spiritualitas di hari Minggu. Dalam Roma12:1, Paulus mengingatkan bahwa hendaklah kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan di hadapan Tuhan sebagai ibadah yang sejati. Dalam konteks jaman itu, pekerjaan yang dianggap lebih tinggi nilainya dan lebih elit adalah pekerjaan yang menggunakan kepandaian seperti filosofi. Paulus menulis ayat ini untuk orang2 Kristen yang bekerja sebagai buruh atau pekerjaan2 lain yang lebih menggunakan tenaga secara fisik.
Mungkin sekarang kita tidak lagi mengkotak2an pekerjaan menurut kategori tersebut. Tapi seringkali kita mempunyai “Christian cast system” kita sendiri. Yang dianggap lebih mulia adalah yang berhubungan dengan hal2 spiritual secara langsung seperti pendeta, misionaris. Berikutnya pekerjaan yang mempunyai nilai sosial dan berguna untuk banyak orang seperti guru, dokter. Setingkat di bawahnya adalah pekerjaan2 rutin seperti supir bus, engineer. Dan akhirnya pekerjaan yang mungkin dianggap banyak “memanipulasi” seperti politikus, pengacara, sales, dsb. Kita menganggap lebih mudah untuk memuliakan Tuhan lewat pekerjaan2 yang bersifat spriritual. Padahal kenyataannya kita sebagai orang yang sudah ditebus harusnya mampu melakukan itu tanpa memandang jenis pekerjaan kita
Beberapa tantangan yang dihadapi alumni kita adalah terbatasnya lingkup kerja sehingga kita mengalami kesulitan untuk melihat “purpose” pekerjaan kita. Khususnya bila konteks pekerjaan kita tidak berhubungan sama sekali dengan keKristenan.. Masalah real lainnya kita mungkin saja merasa bekerja sebagai paksaan, bila kita memang tidak berencana menetap di Singapore (hanya untuk melunasi bond), atau kita bekerja karena kita harus memenuhi tanggungan keluarga kita. Untuk alumni yang bekerja di Multi National Company akan menghadapi tantangan lain untuk bersosialisasi dengan orang2 dari berbagai kebudayaan.
Untuk dapat memberikan pengaruh dalam pekerjaan kita, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan. Secara umum, sebagai fresh graduate kita akan mulai karir kita dari bawah. Kita mungkin belum punya kesempatan untuk menyatakan pendapat kita apalagi memberi keputusan. Di sini kita perlu belajar untuk membuktikan bahwa kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan kualitas memuaskan. Saat kita bisa membuktikan kalau kita kompeten, biasanya kita akan mulai diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat kita atam merekomendasikan sesuatu. Kita mungkin belum bisa menjadi orang yang mengambil keputusan tapi setidaknya kita bisa mulai menyampaikan pandangan kita sesuai dengan prinsip2 keKristenan. Sampai pada saatnya nanti kita bisa menjadi orang yang menentukan keputusan dan memberi pengaruh yang lebih besar lagi. Dari sini kita belajar kalau bukan dalam hal2 yang besar saja keberadaan kita bisa memberi pengaruh. Dan pada saat bersamaan, saat kita bisa setia dalam perkara2 kecil, Tuhan senantiasa akan mempercayakan kepada kita perkara2 yang lebih besar.
Dalam hal bersosialisasi, kita juga bisa memberi pengaruh kepada orang di sekitar kita. Kita bisa mulai memikirkan kapan waktunya kita bisa mulai menjangkau sekitar kita. Mungkin saat kita pergi dan pulang kerja, kita bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Atau mungkin kita bisa menjangkau rekan kerja kita dan bahkan cleaning service yang pasti setiap hari melewati meja kita. Dalam hal ini, semua harus dilakukan dengan inisiatif, jangan hanya menunggu datangnya kebetulan. Kita jangkau mereka untuk sedikit demi sedikit menjadi teman kita. Pekerjaan pemberitaan Injil melalui persahabatan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pada saatnya nanti kita akan bisa memetik dari apa yang sudah kita tabur.
Melalui pekerjaan yang kita lakukan, kita bisa menyatakan kemuliaan Tuhan dan mengikuti teladanNya sehingga orang2 juga bisa melihat terang yang dipancarkan melalui prinsip2 yang kita pegang sehari2. Tetapi nyatanya kita mendapati diri kita berkompromi dengan hal2 seperti white lies, penggelapan uang kecil2an, ataupun “fly kite”. Kita bisa belajar dari beberapa contoh Alkitab, seperti saat Abraham mengatakan kalau Sarah bukan istrinya melainkan adiknya, bahwa bukan hanya kita di jaman ini saja orang berhadapan dengan issue integritas. Tetapi kembali lagi, Kitab Suci mengajarkan konsep integritas sebagai lawan dari double-minded (Yak1:8), sincerity, simplicity (Kol2:22), single, whole, sound (Mat6:22).
Jelas sekali integritas bukanlah hal yang tergantung dari situasi dan kondisi kita. Untuk mencapai ini, kita harus berdisiplin untuk hidup jujur. Sedapat mungkin kita kenali dalam area manakah kelemahan2 kita. Dalam aspek2 tersebut, kita butuh accountability partner di mana kita wajib mempertanggungjawabkan tingkah laku kita di depan mereka.
Semakin banyak kita mempelajari Forman Tuhan, semakin sempit “grey area” yang akan kita hadapi. Hal paling penting yang bisa kita pelajari adalah dalam setiap masalah yang kita hadapi, kita bisa bertanya kepada diri kita sendiri apakah akar masalah yang terbesar. Lalu kita bisa refer ke Alkitab akan contoh2 yang serupa dan bagaimana kita seharusnya menyelesaikan masalah itu menurut Firman Tuhan. Integritas bukanlah hal yang mudah apalagi murah, tetapi berharga untuk diperjuangkan.
NGM ditutup dengan pembicara mengingatkan bahwa meskipun penting sekali untuk memelihara kualitas kerja kita, kita juga jangan sampai menjauhkan diri dari persekutuan dengan saudara seiman. Sebaliknya juga jangan kita terlalu nyaman dalam “Christian ghetto” kita dan melupakan orang2 di luar sana yang perlu dijangkau.
Currently feeling: bersih2 file2 lama
March 11th, 2008
March 2008
Posted by ver0n1c4 at 05:59 PM on March 11, 2008.
Pertama2, met ultah yang ke 24 buat gue ^.^ makasi makasi buat yang inget hohoho... udah dengan sengaja menghilangkan reminder di friendster (ganti tgl ultahnya)... well lupa ganti di facebook sih... abis jarang buka... tujuannya biar yang ngucapin yang inget aja *ya emank rada norak sih tp ya sudahlah lg pengen.... lol*
Hasilnya tiap kali ada yang sms, telp, email, MSN, message ato apa lah jadi senang karena diingat beneran hohoho.... Ultah taon ini biasa aja... sibuk.... banyak pikiran dan perhitungan juga.... tapi jg istimewa... bonyok + cici telp pagi2.... tawarin mau ganti HP ga hahaha tau aja anaknya demen gadget... tapi W910i aja yang nota bene hadiah Natal buat diri sendiri belon seumur jagung... jadi gue blg kgk usah deh... tar kalo kepikir br blg mo kado apa.... anyway thank u berat ya hohoho.... Oh iya di hari yang sama, malemnya dapet kado baju dr Indri + Richard thank u loh hohoho...
Terus kembali menghadiahi diri sendiri (dengan subsidi dari bbrp orang... makasi ya teman2 hohoho) dengan Fujifilm Finepix F50fd black colour! Akhirnya dengan saran dari Joni dan Kelvin beli juga ini camera.... dapet promosi di MS Color dengan harga S$399 saja.... makasi makasi..... hohoho.... pics2 berikut ini adalah hasil jepretan camera baru hohoho...
Berikutnya Sabtu kemaren tgl 8 Maret merayakan ultah gue dan Sasa bersama Merry di New York New York. napsu makan bratwurst dibalut bacon bertabur keju *super sinful* terus dapet soundtrack Enchanted dari mereka berdua... makasi ya.... *group hugs*

-gue, kado, kartu, dan pemberi kadonya-

-merry tabur keju, anissa dan ribsnya-

-gue dengan happy makan bratwurst *hahaha* -
Hasilnya? Kita bertiga kena food poisoning.... muntah2 eneg2 gatel2 parah sampe gue disuntik 2 kali pas Minggu midnight.... dapet MC 2 hari buat Senin dan Selasa wakakaka.....
Next, Minggu, dapet another audio book from John Piper dari Ci Mel. Kali ini judulnya "The Pleasures of God" senang..... hohoho.... Terus lanjut dengan pergi bareng McPigs. Jadi kita ktm di Marina Square setelah McFlirty kalap beli external hdd yang super murah... hohoho gue jg jd pgn beli.... Gue dapet gelang Juicy dari McFlirty *mwah mwah mwah cinta banget deh* and majalah Jepang dr McGroovy *mwah mwah mwah skrgpun bacanya masih gemetar.... membangkitkan nafsu belanja yang tidak ada habis2nya.... sabar sabar jgn kalap hohoho*. Oh ya gue jg dapet another majalah Jepang stlh melalui perhitungan ketat dengan seorang teman lain yang demi menjaga nama baiknya di-anonim-kan saja...
Kita mau makan di Din Tai Fung. Jadi mesti ke Paragon. Terus pas lagi jalan dpn Tangs ada satu perfume baru muncul yang lg roadshow di salah satu etalase Tangs. Dan kita bertiga dimintain tolong buat bantuin iklan *wakakaka.....* lumayan dpt perfume gratis.... Jadi kita harus nyusun jigsaw puzzle yang terdiri dr 9 pieces.... Goodies nya lumayan loh.... Berikut foto2nya

-untunglah kita terlihat kurus *fiuh*-
Demikianlah cerita2 seputar Birthday taon ini. Oh iya ada lagi hadiah spesial.... Juicy Couture!!! Akhirnyaaaaaa..... (L)

March 19th, 2008
chinese food
Posted by ver0n1c4 at 02:39 PM on March 19, 2008.
i am blogging because i just had a quite good chinese food for lunch. i am happy ^.^
more pics coming in
from Stockholm
Posted by ver0n1c4 at 10:18 PM on March 19, 2008.
some of my friends have been asking me to blog about my life at Stockholm... so I will try my best to do so. I arrived here on 18 March 2008 with KLM after transit from Amsterdam. I arrived at Amsterdam around 5.35 am local time. And continued with the next flight on 7am.
I arrived at Stockholm on 9am and headed to office straight away. My first impression of the office is cozy. Somehow to me it looks like an architect office rather than IT company. There is no cubicle and no wall between the chairs. And everyone is working!! For someone like me who has been idle for around 2.5 months this is surely exciting. There won't be any chance of applying jobs in the office or reading gossips about BT and MonyongSari *omg*
So my boss brought me around and introduced me to my new team. They are nice... *well maybe I am still in honeymoon period* then we went for lunch together. We have only 1 girl in the team. With my existence now it is 2. The youngest in the team is just 20 years old. Oh my... I am old.... From what I see, they like to laugh and smile. My friend said that Swedish are the happiest people in the world. I will observe more.
Around 2pm, I was told that my apartment is ready and the admin staff will be sending me home. We went to nearest train station and bought the unlimited tickets for one month. Everything is expensive here. That's why I tried not to use cab. Even the bus and train tickets cost me around S$170. Around 3pm I finally arrived here (I am now home). The apartment is really nice. It is clean, fresh, big, and complete. Remember about "everything is expensive" here? So I need to cook my own dinner because dinner is much more expensive than lunch which usually cost about S$15 to S$20. And the cooking utensils are complete and still l looks new. The best part is they all looks the same like the one I had at my home. I quickly feel at home here.
Today I woke up early and ate some bread before going to office. On the way to office I found supermarket. And when I dropped by to the supermarket, I found rice *yippie* Not as expensive as Sharon told me before. It was S$5 for 2 kg (around there). Alright I have had my dinner and I am very sleepy.
to be continued.... (kalo inget)
March 21st, 2008
Setelah upload foto
Posted by ver0n1c4 at 06:17 PM on March 21, 2008.
Alright... where should I start from? Firstly, for pictures, please go to
http://picasaweb.google.com/veronica.flo/StockholmWeek1
Actually there are some more pictures at Schiphol, Amsterdam. You can view it here if you want (ga ada muka gue jadinya ga penting =P)
http://picasaweb.google.com/veronica.flo/SchipholAmsterdam
Few interesting stuff for this week. We have tea party every Wednesday 3pm. And breakfast every Monday 9am. Yesterday morning we had a cake (my team only). There was no special occasion. We just had unwritten rule where people need to pay 1kr everytime they cursed or said bad words. So when we have enough money, we'll buy something... Well I don't have a chance to take a picture of the cake. But it is a meringue cake. And if Merry or Anissa saw it, they will scream "FAT!!!" =P
Yesterday I went to Pat2's office then she showed me the church she has been going to. The street in the evening was so quiet... Looking at the old building made me feel like in Harry Potter movie =P I will take more pictures when Pat2 come back from Singapore...
Today is Good Friday... Long Friday, that's what people here call it. One of my colleague has been asking why it is Good Friday in English, while it is not good at all according to him hehehe... Yesterday my colleagues tried to help me to find some activities during this Easter break (we are on holiday until Monday). They asked me what my interest is. What I am doing during my spare time. I bluntly said it is shopping and they laughed at me. Well I really can't think of anything else. That's what we do in our little red dot city, isn't it? Watching movies, eating, going for haircut, buying books, everything was done in the shopping center... and I simply call it shopping. So in the end they didn't really find something good for me to do.
So what am I doing today? I woke up in the morning and get ready to go to Long Friday service at 11am. It was snowing cats and dogs (do we have this phrase for snowing?). And the bus was realy slow because it is public holiday. The church is an international church. There are no preaching today. We only remembered what had happened on that day through some monologue. In total there are 5 monologues. The Supper, The Denial, The Trial, The Crucifixion, and The Death. In the middle of each monologue, the choir will sing a song. Sometimes we also sing along with them.
From there I walked alone to central area. Not much thing I can see there. Most of the shops are close and such place like museum are definitely close. I will try my luck tomorrow.... Thanks for reading 
March 23rd, 2008
on a boring night
Posted by ver0n1c4 at 09:11 PM on March 23, 2008.
There is something I like about Singapore, especially during this time. I know for sure that the shop will still be open and we can still go shopping.... Well I don't really have something to do. I have 4 days break until tomorrow (Easter Monday) and (I think) the only places I could possibly go are the museums.
Yesterday I decided to take some walk to Gamla Stan. That's Stockholm's old city. Actually I wanted to go to The Royal Palace though there is not much to see there (I would certainly prefer Versailles and spend the whole day there... and recall The Rose of Versailles =P). So I jumped down from the train and walked through the old city which contains of old buildings (see the pics at the same link I provided on prev entry). I felt like walking in a quiet version of Diagon Alley =P. Honestly I didn't know how to go to Royal Palace, so when I found out a boat which brought us to another island of Stockholm, I quickly bought one ticket for me.
Unknown to me, the ferry stopped at 2 destination. On the first destination, they said "this is the first stop" in Swedish which I miraculously understood. So I asked a woman beside me which one is better, first stop or second stop. She confidently said that I certainly wanted to go to the second one and visited the same museum she wanted to go. Lucky to me. Now I have a destination. At the second island, there are 2 museums, Water Museum and Vasa Museum. I found Water Museum first and decided to go in. But when I saw the entrance fee is around S$20, I quickly go to Vasa Museum. Another luck for me, Water museum provides the list of museums in Stockholm. There are over than 70 museums here in this city. When I check the list, it is 71 museum -___-
So I found out that Vasa is the war ship owned by Sweden around the year of 1600. The museum tells us the story about Vasa, how it sinked, and how it was lifted up again. I took some pictures and uploaded it at Picasa too. When my camera battery went flat, I knew it was a sign for me to go home. Oh the museum costs me S$23.75 but I think it is more worth than going to Water Museum which probably looks like Seaworld to me =P
Back to the boring night. Today after church I went to Central Station. After that I have no mood to go anywhere else. Maybe tomorrow I will go to Nobel Museum or Ostermalmstorg (another area in the city). We'll see..... Since I don't know what else to do, I search when my fave TV shows will be airing again. And then I found this quote from Meredith Grey. Good night.
Meredith Grey: A couple of hundred years ago, Benjamin Franklin shared with the world the secret of his success. Never leave that till tomorrow, he said, which you can do today. This is the man who discovered electricity. You think more people would listen to what he had to say. I don't know why we put things off, but if I had to guess, I'd have to say it has a lot to do with fear. Fear of failure, fear of rejection, sometimes the fear is just of making a decision, because what if you're wrong? What if you're making a mistake you can't undo? The early bird catches the worm. A stitch in time saves nine. He who hesitates is lost. We can't pretend we hadn't been told. We've all heard the proverbs, heard the philosophers, heard our grandparents warning us about wasted time, heard the damn poets urging us to seize the day. Still sometimes we have to see for ourselves. We have to make our own mistakes. We have to learn our own lessons. We have to sweep today's possibility under tomorrow's rug until we can't anymore. Until we finally understand for ourselves what Benjamin Franklin really meant. That knowing is better than wondering, that waking is better than sleeping, and even the biggest failure, even the worst, beat the hell out of never trying.
Oh before I forget, this is my the number I used here +46 76 8255439. It has 3000 free sms for 30 days to all over the world as long as I loaded it with S$75 credit. I love this country. lol. So SMS me =P
March 26th, 2008
ayam penyet
Posted by ver0n1c4 at 10:39 AM on March 26, 2008.
begitu balik SG gue bakal makan ayam penyet sampe puas
March 28th, 2008
k:fem
Posted by ver0n1c4 at 02:19 PM on March 28, 2008.
I've just finished my lunch and I think it would be good to log my experience yesterday in this chronicle. Yesterday was 27 March 2008. I have been waiting for this day.. simply because there will be a new department store opens on this date in this very city. So the advertisement is everywhere on the every train station I go. But it seems that not many people in my office notice it. Coz when I asked Renee, a girl beside me, where Vällingby City is, she was confused why I even wanted to go there. Honestly it is more like dead city hehehe...
So I went there from office (they just opened at 5pm) and it took around 30 minutes before I finally arrived there. I had no idea where the dept store was but I guessed it was not difficult because everyone was walking to the same direction. When I arrived there, what I saw was a 2-level dept store and attraction and people queueing. Yes! people are queueing to go into a department store. And the security guards were there to ensure we go through only 1 entrance. Not much to be seen from there... Most of it are like ESprit (though they have ESprit there as well). What caught my attention was Mango and Topshop... simple because they have more colours.
Well, in short what I want to say is.... go shopping freely (like in Singapore) is a privilege =P
Currently feeling: sleepy
March 29th, 2008
starhub
Posted by ver0n1c4 at 08:46 AM on March 29, 2008.
ok, now you can SMS me at usual number... +6598533284 and I will reply you with the other number I gave few days ago (ga apal).
Thanks to Pat2 as the handphone messenger =P

March 30th, 2008
“Forgive and Forget”
Posted by ver0n1c4 at 05:26 PM on March 30, 2008.
That is what people always say
It is a good advice
But is not always practical
When someone hurt us
We want to hurt them back
When people wronged us
We want to be right
Without forgiveness,
Old scores will never settle
Old wounds will never heal
And the most we can hope for
Is that one day we’ll be lucky enough to forget
March 31st, 2008
Spring!
Posted by ver0n1c4 at 04:18 PM on March 31, 2008.
Yeah it's spring already... From yesterday we have turned our clock one hour forward. It's still weird for me... this Daylight Savings Time thing... well never mind at least it's spring and I can reduce the layer of clothes wakakaka... So I am looking forward to the best weather in Stockholm, they said. And now I am 6 hours behind Singapore ^.^