I'm watching Heaven Sword and Dragon Sabre version 2003 now. I'm at episode 26 out of 40. I watched this drama 2 times already. This is the third time but I forgot so many things.
Btw Zhao Min is really beautiful. I think I am not getting bored because I like to see her. Although most of the times it's so obvious that she likes Zhang Wuji (haiyahhh jaim dikit donk... tp gpp deh gue maapkan since cakep bgt sih =P)
Baru pulang lunch. Kuda laut kirim email pagi2 katanya gue sombong kgk update2 haha... Yaks skrg ud spring sodara2. Jam 8 malem pun masi terasa jam 5 sore. Cherry blossom banyak di mana2 serasa di Jepun ^.^ Foto2 menyusul hohoho...
Btw, gue dah kelar nonton To Liong To. Akhirnya agak aneh. Gue pengen si Zhiruo dibejek ato diapain gitu keq... malahan tetep monyong2 gitu... ga dihukum ato diapa2in sama sekali... Terus Wuji ama Zhao Min endingnya jg kurang greget gitu... Kenapa juga balik ke Pulau Es dan Api itu lagi... tar anak2nya cari jodohnya gimana coba =P
Yah begitulah To Liong To akhirnya abis juga. Untungnya sekarang Desperate Housewives is in the air! Jadi bisa nonton hahaha... Masi ada Jdorama jg yg belum ditonton =)
Ai Shang Zhang Wuji To Fall in Love with Zhang Wuji
Shou Tuo Sai Holding your cheek in your hands
Si Xiao Fei Xiao De Ni Your smile doesn't look like a smile
Kan Zhe Ta Qing Qing Ai Ai Looking at him, time after time
Shen Me Shi Hou At what time will it be
Cai Zou Dao Shi Fei Zhi Wai Until I can walk with him outside?
Yin Wei Ni Xiang He Ta Tan Ai Because you want to tell him your love for him
Rang Ta Yi Sheng Wei Ni Hua Mei Allowing him to draw your eyebrows for the rest of your life
Ta De Xin Kuan Rong Si Hai Would take a heart like his, vast as the sea.
Zai Bu Ti Ni Chang Gei Ta Shang Hai I don't want you to hurt him again
Ni Yao Ta Shen Bian You want at his side
Zai Mei Bie De Nu Hai no other women
Rang Ta Yi Sheng Wei Ni Hua Mei Allowing him to draw your eyebrows for the rest of your life
Ta De Xin Kuan Rong Si Hai Would take a heart like his, vast as the sea
Zai Bu Ti Ni Chang Gei Ta Shang Hai I don't want you to hurt him again
Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India .. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tingkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam.
Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya.
Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
yeah last week I had another weekend getaway. This time, me and Pat were going to Barcelona. First destination was Camp Nou, the world largest football stadium, they say. We took a tour to climb the stadium until the very top floor where the commentators usually sit down and watch the game.
From there we went shopping to Zara which turns out to be side by side with Mango. So we are happy. Then we went to Women Secret (bukan gue yang beli =P) followed by El Corte Ingles to grab some food.
At the end of the journey, we finally visited Sagrada Familia (which is supposed to be the "Eiffel" of Barcelona). I regretted not seeing it during the day. The church is huge and amazing. Period. I must go there again. Someday....
Next destination? I was wondering to go either Vienna or Milan. But for both destinations, the flight time are not good. Both are night flights (but not late enought to let me go on Friday night). And most shops there close on Sunday. We'll see whether I will impulsively book the ticket and go for my last trip during this training =P
Anyway I need haircut desperately but it can cost 400kr for ladies. o em ji....
After exchanging several comments with Dian about "cup cup" "wow wow" "mwah mwah" etc, we were down to this "xoxo". Being watching Gossip Girl for 7 episodes now, I always have Gossip Girl's voice at the back of my head "I know you'd love me. xoxo GOSSIP GIRL"